Sistem Hukum

Secara umum sistim hukum yang berlaku saat ini dikatagorikan menjadi 2 yaitu : Sistim Hukum Eropa Kontinental dan Sistim Hukum Anglo Saxon. Namun demikian, menurut pendapat Penulis, sistem hukum dunia tidak hanya ada 2 (dua) kategori, tetapi terdapat 3 (tiga) kartegori, yaitu Sistem Hukum Eropa Kontinental, Sistem Hukum Anglo Saxon dan Sistem Hukum Islam.

Khusus untuk Anglo Saxon dan Eropa Kontinental, mulai terlihat upaya-upaya yang mencampurkan keduanya, dimana negara tersebut membuka diri untuk tidak terlalu mempertahankan dan memberlakukan satu satu sistim hukum (Eropa Kontinental atau Anglo Saxon), bahkan menerapkan tiga sistem hukum sekaligus (termasuk hukum Islam).

Sistim Hukum Anglo Saxon atau Common Law, telah membuat sistimatika semua peraturan hukum dalam kehidupan. Berbeda dengan sistim Eropa Kontinental yang melakukan pendekatan secara kasus perkasus sehingga diharapkan dapat lebih mendekati rasa keadilan.

Sistem Hukum Indonesia

Tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa pembentukan hukum di Indonesia sangat dipengaruhi oleh konsep aliran hukum. Apalagi Indonesia sangat kaya dan heterogen ragam budayanya. Hingga saat ini, di masyarakat Indonesia diakui beberapa kategori hukum, yaitu: Hukum Nasional yang ditentukan oleh Negara Republik Indonesia, Hukum Masyarakat Adat atau Hukum Adat, dan Hukum Islam.

Pembentukan hukum nasional sendiri sangat dipengaruhi oleh aliran-aliran hukum yang ada, seperti diantaranya Aliran Hukum Positif, Aliran Hukum Murni, Aliran Hukum Sosiologis, Historis dan atau lainnya. Pada masa kemerdekaan,  hukum yang berlaku di Indonesia adalah hukum yang berlaku pada zaman pemerintahan Hindia Belanda. Melalui asas konkordasi, dalam Pasal II Aturan Peralihan UUD 45. Karena pengaruh Belanda, secara otomatis pembentukan sistim hukum Indonesia mengikuti sistim Eropa Kontinental, tetapi seiring dengan perkembangan hukum di Indonesia, banyak tercipta peraturan baru. Dikarenakan banyak para ahli hukum di Indonesia mendalami ilmu hukum lanjutannya dari Amerika atau Inggris, maka peraturan baru yang berlaku banyak terpengaruh oleh sistim Anglo Saxon yang terdapat dari negara Amerika dan Inggris.

Penerapan sistim hukum di Indonesia telah banyak mengalami perubahan. Penerapan sistim hukum tersebut tidak lagi murni menerapkan sistim hukum Eropa Kontinental akan tetapi telah bercampur dengan sistim Anglo Saxon. Dengan demikian hakim tidak terlalu menerapkan asas yurisprudensi, tetapi juga menganut asas rechtsvinding dimana hakim boleh menemukan hukum atau dengan kata lain tidak terlalu fanatik akan suatu asas (yurisprudensi atau rechtsvinding).



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s